Imajinasi menjadi Inspirasi dan Motivasi

RUH PENDIDIK


               
Moderisasi zaman yang lebih mengedepankan potensi serta kemampuan anak akan menjadi tanggung jawab yang besar bagi lembaga pendidikan, tuntutan untuk menyajikan dan memberikan pelayanan yang maksimal dalam melahirkan generasi yang kompeten dan hebat lebih berat. Tidak sedikit lembaga yang mengeluarkan dana besar-besaran demi memunculkan output yang di inginkan terkadang ada yang mendatangkan pendidik dari luar negeri untuk mengantarkan peserta didiknya menjadi lulusan yang bisa mengharumkan nama baik sekolah.
            Pendidikan tidak bisa lepas dari pendidik, pendidik adalah salah satu sumber data yang fundamental, karena kemampuan dalam mentransfer ilmu sangat mempengaruhi pemahaman bahkan idiologi peserta didik. Pengetahuan yang bisa dilihat sejauhmana pendidik itu menguasi materi. Sikap menjadi pendidik juga menentunkan dalam proses, faktor akhlaq adalah teladan terbaik inilah yang di sebut ruh pendidik. Menjadi pendidik bukan hal yang mudah banyak akan rintangan dan beban karena di tuntut dalam hal perbaikan, ironisnya pendidiknya juga perlu dididik, maksudnya ialah banyak pendidik yang kurang memahami kalau mereka adalah uswah baik dalam sekolah maupun diluar sekolah, gerak-gerik mereka menjadi panutan siswa.
            Perlu di ketahui, bahwa pendidik tidak sama dengan pengajar, walaupun sama-sama memiliki fungsi sebagai mediator dalam pentrasferan ilmu, pendidik lebih dalam maknanya daripada seorang pengajar, bisa di bilang tidak semua pengajar adalah pendidik, tapi kalau pendidik pasti pengajar. Seorang pengajar memiliki kedekatan secara emosianal yang menekankan akan perbaikan akhlaq dan budi pekerti dan juga memiliki visioner dalam tarbiyah, pendidik bukan seperti pengajar, bukan hanya mentransfer ilmu tapi bagaimana bisa merubah kebiasaan buruk menjadi baik, tercela menjadi terpuji, serta menanamkan konsep-konsep akan nilai dari kehidupan yang sebenarnya dan ini tujuan pendidikan.
            Sedangkan untuk menjadi pendidik yang memiliki ruh(baca:berkarakter), bukan hanya kecerdasan, kemahiran, dan kemampuan dalam memaparkan materi, tapi hendaknyanya memiliki kualitas ubudiyah kepada Allah yang baik dan benar. Realitas wajah pendidikan sekarang miskin akan pendidik yang memiliki ubudiyah yang baik, faktor yang melarbelakangi adalah karena mereka mencukupkan apa yang di dapat di bangku kuliah, padahal kebutuhan menjadi pendidik bukan hanya di perguruan tinggi.
            Sebagai penutup bahwa seorang pendidik tidak sama dengan pengajar, seorang pendidik memiliki nilai yang lebih daripada seorang pengajar, maka oleh karena itu pahamilah akan karakter seorang pendidik.


By. Abu Umair
lihat inspirasi saya di instagram

0 Response to "RUH PENDIDIK"

Posting Komentar